TUGAS PENDAHULUAN 2
MODUL 1 PERCOBAAN 2 KONDISI 4
- Menyiapkan alat dan bahan
- Mikrokontroler STM32 Nucleo C031C6
- Sensor IR
- Push button (switch)
- LED hijau dan LED merah
- Buzzer
- Resistor
- Membuat rangkaian pada software simulasi
- Membuka software simulasi (misalnya Proteus)
- Menempatkan semua komponen sesuai kebutuhan
- Menghubungkan pin input ke mikrokontroler
- Pin output switch dihubungkan ke PA0
- Pin output sensor IR dihubungkan ke PA1
- Kedua input menggunakan pull-down resistor agar default bernilai 0
- VCC dan GND dari sensor dihubungkan ke sumber tegangan
- Menghubungkan pin output ke mikrokontroler
- LED hijau dihubungkan ke PB0
- LED merah dihubungkan ke PB1
- Buzzer dihubungkan ke PB2
- Setiap LED diberi resistor sebagai pembatas arus
- Semua komponen dihubungkan ke GND yang sama
- Menuliskan program pada STM32
- Menggunakan bahasa C pada STM32CubeIDE
- Mengatur:
- PA0 dan PA1 sebagai input
- PB0, PB1, dan PB2 sebagai output
- Menuliskan logika:
- Jika PA0 = 1 dan PA1 = 1 → LED hijau ON
- Selain itu → LED merah dan buzzer ON
- Melakukan kompilasi dan upload program
- Compile program pada STM32CubeIDE
- Upload program ke board STM32
- Melakukan pengujian rangkaian
- Mengaktifkan switch (PA0 = 1)
- Mengamati kondisi sensor IR (PA1)
- Menguji semua kemungkinan kondisi
- Mengamati hasil output
- Jika kondisi terpenuhi → LED hijau menyala
- Jika kondisi tidak terpenuhi → LED merah dan buzzer menyala
- Mencatat hasil pengujian
2. Hardware dan Diagram Blok [Kembali]
a) Mikrokontroler STM32 NUCLEO-G474RE
B. Diagram Blok
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [Kembali]
Rangkaian Simulasi
Prinsip Kerja
Prinsip Kerja rangkaian sistem deteksi jarak pada parkir mundur ini didasarkan pada pembacaan dua input, yaitu sensor IR dan switch, yang kemudian diproses oleh mikrokontroler STM32 Nucleo untuk mengendalikan LED RGB sebagai indikator. Sensor IR berfungsi untuk mendeteksi keberadaan objek di belakang kendaraan, sedangkan switch digunakan sebagai saklar utama untuk mengaktifkan sistem. Ketika sistem diberi daya, mikrokontroler akan terus membaca kondisi kedua input tersebut. Jika sensor IR tidak mendeteksi objek (logika LOW) dan switch dalam kondisi aktif (logika HIGH), maka mikrokontroler akan menyalakan LED hijau sebagai tanda kondisi aman (tidak ada hambatan di belakang).
Sebaliknya, jika salah satu kondisi tidak terpenuhi (misalnya objek terdeteksi atau switch tidak aktif), maka semua LED akan dimatikan sebagai indikasi sistem tidak dalam kondisi normal atau tidak aktif. Proses ini berlangsung secara terus-menerus dalam loop dengan jeda waktu singkat, sehingga sistem dapat merespons perubahan kondisi secara real-time.
4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]
Flowchart
Listing Program
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 2 dengan kondisi ketika Infrared sensor tidak mendeteksi benda dan switch on, maka LED menyala hijau
- Download File Wokwi disini
- Link Vidio Simulasi disini
- Download Datasheet IR Sensor disini
- Download Datasheet LED disini
- Download Datsheet STM32 Nucleo disini





Komentar
Posting Komentar